“Analisis Nilai Sosial Dalam Dramatisasi Puisi "Sajak Orang Lapar" W.S Rendra Karya RD Kedum
“Analisis Nilai Sosial Dalam Dramatisasi Puisi
"Sajak Orang Lapar"
W.S Rendra Karya RD Kedum

Disusun untuk memenuhi Tugas mata kuliah media
pembelajaran Bahasa Indonesia
Dengan dosen pengampu : Dr. Rusmana Dewi, M. pd
Di Susun Oleh
A.Pengertian
Nilai Sosial
Nilai-nilai
sosial yang ada dalam masyarakat terbentuk oleh kebiasaan-kebiasaan yang
dilakukan oleh masyarakat itu sendiri. Sehingga munculnya nilai sebagai bentuk
taraf sosil dalam masyarakat. Menurut Soeroso (2006:36)
Terbagi menjadi
beberapa nilai yaitu :
1. Etika
Etika dalam kehidupan masyarakat erat kaitannya
dengan tingkah laku seseorang dalam beriteraksi di lingkungan masyarakat. Etika adalah ilmu tentang apa yang baik, dan apa yang buruk
dan tentang hak dan kewajiban moral. (KBBI, 2015:383). Hal ini sependapat
dengan Soeroso (2006:36) etika menjadi tolak ukur untuk menganggap tingkah laku
atau perbuatan seseorang dianggap baik atau menyimpang. Etika adalah suatu
nilai tentang baik atau buruk yang terkait dengan perilaku seseorang dalam
kehidupan bersama. Misalnya, dalam berbicara, sopan atau tidakkah seseorang
dalam bertutur kata.
2. Moral
Moral
dan etika berkembang secara beriringan dalam masyarakat. Moral merupakan
(ajaran tentang) baik buruk yang diterima umum mengenai perbuatan, sikap,
kewajiban, dan sebagainya: akhlaq, budi pekerti susila. (KBBI, 2014:929). Jadi
moral itu sesuatu yang dianggap baik dan benar dan telah menjadi kesepakatan
bersama, sehingga moral lebih mengarah kesifat. Soeroso (2006: 3) nilai moral
menjadi tolak ukur untuk menganggap perilaku seseorang, bertentangan dengan
hati nurani atau tidak.kemudian Soeroso juga (2006:26) menyatakan nilai
sosial yang terkait dengan moral adalah nilai-nilai yang berhubungan dengan
jiwa, hati, dan perasaan seseorang dalam melakukan tindakan.
3. Agama
Soeroso
(2006:36) nilai sosial terkait dengan nilai agama adalah tindakan tindakan yang
terkait dengan tuntunan agama yang ada. Apakah seseorang menjalankan kewajiban
agama secara benar dan baik ataukah ia tidak menjalankan kewajiban keagamaannya
secara baik.
4. Hukum
Nilai-nilai
hukum dapat diartikan sebagai nilai yang membatasi perilaku masyarakat dalam
melaksanakan kegiatan. Sifat hukum yang berlaku dalam masyarakat adalah memaksa
dan mengikat.
B. Hasil
Analisis
a.
Analisis
Nilai Etika
1. Kutipan : Pada bait ke 3“kelaparan
adalah pemberontakan adalah
penggerak gaib dari pisau-pisau pembunuhan yang
diayunkan
oleh tangan-tangan orang miskin”
Hasil analisis : Pada ungkapan kalimat tersebut
menjelaskan bahwasan nya
kelaparan dapat menjadi pemicu perubahan moral
seseorang
dimana seseorang dapat melakukan tindakan
kejahatan atau kekerasan yang di picu karena
kelaparan yang ia derita.
b.
Analisis
Nilai Moral
1.
Kutipan
:
Pada bait ke 4 “kelaparan adalah batu-batu karang di
bawah
wajah laut yang tidur adalah mata air penipuan adalah
pengkhianatan
kehormatan
Hasil analisis : Pada ungkapan
kalimat disamping bisa kita lihat bahwasannya
kelaparan bisa membuat seseorang
menipu dirinya sendiri
dengan berpura-pura kuat untuk menghadapi
sebuah problematika yaitu kelaparan yang
mereka derita. Hal itu
merupakan penyimpangan atau hal buruk namun juga bisa
diartikan sebagai hal yang baik dengan berpura
pura terlihat baik-baik saja meskipun dalam
keadaan kelaparan.
2. Kutipan : Pada bait ke 6 “karena kelaparan meletakkan kehormatannya di
tanah”
Hasil analisis : Pada ungkapan di samping menjelaskan tentang manusia yang
rela melakukan apa saja demi kehidupan yang baik atau terlepas
dari kelaparan. Manusia yang menjatuhkan harga dirinya demi
sesuap nasi, manusia yang menentang perasaannya demi
mendapatkan kehidupan yang layak. Barangkali yang ia lakukan
adalah sesuatu yang bertentangan dengan apa yang ada dalam
hatinya namun ia harus
melakukan itu, atas dasar kelaparan atau keinginan untuk
mendapatkan kehidupan yang layak.
3. Kutipan :
Pada bait ke 3 “kelaparan adalah pemberontakan adalah
penggerak
gaib dari pisau-pisau pembunuhan yang diayunkan
oleh tangan-tangan orang miskin”
Hasil analisis : Pada ungkapan kalimat
tersebut menjelaskan bahwasan nya
kelaparan dapat menjadi pemicu perubahan
moral seseorang
dimana seseorang dapat melakukan tindakan
kejahatan atau kekerasan yang di picu karena
kelaparan yang ia
derita.
c. Analisis
Nilai Agama
1. Kutipan :
Pada bait ke 7 “kelaparan adalah iblis kelaparan adalah
iblis
yang menawarkan kediktatoran”
Hasil analisis :
Pada
ungkapan disamping menjelaskan bagaimana terkandung
nilai agama dan nilai hukum
dimana kata iblis erat kaitannya
dengan hal-hal yang buruk iblis pada setiap
keyakin beragama di yakini sebagai makhluk
yang tidak patut di tiru oleh manusia karena iblis tidak memiliki nilai-nilai
sosial yang baik dan jika di lihat dari nilai agama.
2.
Kutipan
:
Pada bait ke 11 “Allah
! kami berlutut mata kami adalah mataMu”
Hasil analisis : Ungkapan
tersebut menunujukan bahwa manusia adalah
makhluk yang lemah yang bergantung
pada yang maha kuasa
dimana ia memohon kepada tuhan YME terhadah
masalah yang di hadapi,manusia terkadang
menjadi hamba yang
taat kepada tuhan dan agama,manusia adalah makhluk yang
pasrah.
3. Kutipan : Pada bait ke 16 “Allah ! betapa indahnya sepiring nasi panas
semangkuk
sop dan segelas kopi hitam.”
Hasil
analisis : Pada ungkapan di
samping menjelaskan tentang manusia yang sedang bersyukur atas apa yang sedang
ia miliki atau yang sedang ia lihat dihadapannya. Sesuatu yang sederhana namun indah apabila kita
rasakan dengan penuh rasa syukur meskipun hanya sekedar semangkuk sop dan segelas
kopi hitam.
d.
Analisis
Nilai Hukum
1.Kutipan : Pada bait ke 1 “kelaparan adalah burung gagak yang
licik dan
hitam.”
Hasil
analisis : Pada ungkapan
disamping menjelaskan bahwa kelaparan
merupakan kemalangan atau berita yang
buruk. Tentang
kehidupan yang membuat sengsara, tidak bisa apa-apa.
Hanya merasakan kelaparan, dan
merasakan kemalangan.
2.
Kutipan : Pada bait ke 7 “kelaparan
adalah iblis kelaparan adalah iblis
yang menawarkan kediktatoran”
Hasil analisis : dictator disini
menjelesakan tentang dalam pemerintahan
adalah kepala pemerintahan yang mempunyai kekuasaan mutlak
biasanya di peroleh dari kekerasan atau dengan cara yang tidak
tidak demokratis,yang dimana dictator ini erat kaitan nya
dengan mengekang masyarakat.
Komentar
Posting Komentar